Jumat, 11 November 2011



RESENSI NOVEL
“WARNA WARNI CINTA REMAJA”

 









                       SMA PERSATUAN TULANGAN

JL. RAYA KEPADANGAN NO 36 –TULANGAN – SIDOARJO
TAHUN AJARAN 2011-2012
TELP. (031) 8854286





KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puja dan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah dan karunia-Nya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan resensi dari Novel “Warna Warni Cinta Remaja” karya Maria Cecilia. Adapun penulisan resensi ini untuk menyelesaikan salah satu tugas Bahasa Indonesia. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak khususnya guru pembimbing kami Drs. Abdul Rokhman yang banyak membantu dalam menyelesaikan tugas resensi ini.      
        Kami menyadari sepenuhnya bahwa resensi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati kami mohon perkenaan para pembaca untuk memerikan kritik dan saran. Khususnya guru pembimbing kami.
            Harapan kami resensi ini bermanfaat bagi pembaca khususnya keluarga besar SMA PERSATUAN.

                                                        Sidoarjo, 10 Nopember 2011


                                                                        Penyusun





RESENSI NOVEL
“WARNA WARNI CINTA REMAJA”


Judul novel                   : Warna Warni Cinta Remaja
Nama pengarang        : Maria Cecilia
Nama penerbit             : Sinar Matahari
Tempat  terbit              : Jakarta
Jumlah halaman          : 128 halaman
Ukuran novel               : 11,5 X 17,5 cm
Cetakan                         : ke-1, Jakarta









Ø Sinopsis Cerita       :

          Putus cinta memang menyakitkan, tapi Tera mencoba menahannya. Kata orang putus cinta masalah biasa. Setiap temannya bertanya Tera cuma acuh saja. Suatu hari di SMU Pancasila ada guru kimia baru, Pak Willi Sumantri namanya. Para siswa merencanakan akan ngerjain guru baru tersebut, namun dihentikan oleh Tera karena wajah gantengnya. Dan tidak biasanya pula kelas itu tertib dan duduk dengan rapi.
            Pulang sekolah dirumah ada Tati yang sedang menunggu Andri kekasihnya, lalu Tera mengajaknya ngobrol. Andri pulang kuliah dengan gembira karena kedatangan Tati dirumahnya. Senja hari Tati berpamitan, tapi Tera yang mengantarkannya karena Andri tidak bisa mengantarnya. Ditengah perjalanan Tati mengajak untuk mampir sebentar disupermarket, Tera hanya menunggu dimobil sambil mendengarkan musik. Terapun kaget ketika melihat Tati sedang bergandengan tangan dengan seorang pemuda dan ternyata itu Pak Willi. Tera merasa kecewa pada Tati dan langsung meninggalkannya. Esoknya saat pelajarannya Pak Willi, Tera tidak memperhatikan pelajarannya. Pak Willi merasa heran karena tidak seperti biasanya Tera seperti itu. Dan hari selanjutnya Tera tidak pernah mengikuti pelajarannya sama sekali.
            Saat kenaikan kelas, Tera diberi hadiah orang tuanya pergi ke Bali. Tera pergi bersama teman-temannya, ternyata disana mereka menjumpai Tati dan Pak Willi. Merekapun mempunyai rencana untuk mengfoto mereka ketika bermesraan lalu diserahkan kepada Andri. Sepulang mereka dari Bali. Tera langsung mencari kakaknya untuk menyerahkan foto tersebut, sialnya ternyata foto tersebut hilang. Keesokannya setelah Tera pulang dari renang, ia melihat rumahnya ramai, ternyata akan ada pertunangan Andri dengan Tati. Tera berusaha menghentikan pertunangan tersebut dengan menceritakan kejadian yang telah ia lihat tapi ia tidak memberitahu siapa pemuda itu.
Malam ini Andri diwisuda. Hari berikutnya Andri melamar pekerjaan lagi, akhirnya ia diterima menjadi guru disebuah SMA, ternyata itu disekolah adiknya. Namun ia tidak memberitahu karena ia ingin memberi kejutan pada adiknya. Sialnya, ternyata Andri dan Pak Willi sekarang menjadi teman akrab. Suatu ketika Andri terkejut melihat Pak Willi dijemput oleh Tati. Ia merasa jengkel pada adiknya karena tidak memberitahu bahwa pemuda itu adalah Pak Willi.
Keesokannya Andri datang kerumah Tati untuk minta penjelasan kepadanya, saat mereka sedang bicara tiba-tiba munculah seorang pemuda tampan, ternyata itu Pak Willi. Andripun terkejut dan langsung akan menonjok pemuda itu. Tapi Tati mencegahnya, dan menjelaskan bahwa pemuda itu adalah kakaknya. Andri langsung minta maaf dan memberitahu pada adiknya, dan menyuruhnya minta maaf pada keduanya.
Teman-temannya heran melihat Tera sudah ada dibangkunya saat akan pelajaran kimia. Pulang sekolah hendak membuka mobilnya, Tera mengurungkannya karena suara dibelakangnya dan ternyata itu Pak Willi. Pak Willi mengungkapkan isi hatinya pada Tera bahwa ia menyukainya, lalu Pak Willi mengajaknya pulang. Dalam mobil Pak Willi mendekati wajah Tera lalu mengecup pucuk bibir merah itu dengan syahdu dan lembut. Tak lama kemudian mesin mobil dihidupkan kemudian melaju.
Derai bahagia terasa tak peduli panas menyengat, mobil terus melaju. Membawa kebahagiaan mereka berdua.


Ø  Gaya Bahasa                 :

Bahasa    yang     digunakan     pengarang    adalah    bahasa    personifikasi (Pengungkapan dengan menggunakan perilaku manusia yang diberikan kepada sesuatu yang bukan manusia). Kalimat pendukungnya yaitu ”menatap ombak yang berkejaran, bergemuruh menggulung sampai pantai. Langit siang yang jernih menemaninya”.

Ø  Kelebihan Novel         :

·        Novel ini mengandung pesan bahwa kita harus mencari kebenaran suatu peristiwa yang kita lihat sebelum menarik sebuah kesimpulan.
·        Novel ini memberitahu kita bahwa tidak selalu apa yang kita lihat adalah yang sebenarnya.
·        Novel ini memberitahu kita bahwa setiap masalah dalah hidup harus diselesaikan tanpa menundanya.

Ø  Kelemahan Novel       :

·        Cetakan novel tidak beraturan
·        Jenis hurufnya tidak merata
·        Kertas yang digunakan kurang baik kualitasnya
·        Dalam akhir cerita tersebut kurang masuk akal



Ø  Kesimpulan Resensator :

Novel “Warna Warni Cinta Remaja” terdapat sebuah pelajaran bawah kita tidak boleh mengambil kesimpulan dengan seenaknya tanpa mengetahui apa yang sebenarnya. novel ini sangat bagus karena banyak mengandung pesan yang berguna di dunia nyata, terutama pada keseharian kita dan novel ini  cocok  dibaca oleh remaja .


























NAMA : IZKA KHULLATI MURDIFIN
KELAS     : XI IPA 1
NO. ABSEN   : 13









Minggu, 07 Agustus 2011

Kerajaan Kutai

Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua. Berdiri sekitar abad ke-4. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu sungai Mahakam. Nama Kutai diberikan oleh para ahli mengambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi kerajaan tersebut. Tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang sangat sedikit informasi yang dapat diperoleh.

Yupa

Informasi yang ada diperoleh dari Yupa / prasasti dalam upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke-4. Ada tujuh buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah Kerajaan Kutai. Yupa adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tiang untuk menambat hewan yang akan dikorbankan. Dari salah satu yupa tersebut diketahui bahwa raja yang memerintah kerajaan Kutai saat itu adalah Mulawarman. Namanya dicatat dalam yupa karena kedermawanannya menyedekahkan 20.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.

Mulawarman

Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu Kundungga. Nama Mulawarman dan Aswawarman sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta bila dilihat dari cara penulisannya. Kundungga adalah pembesar dari Kerajaan Campa (Kamboja) yang datang ke Indonesia. Kundungga sendiri diduga belum menganut agama Budha.

Aswawarman

Aswawarman mungkin adalah raja pertama Kerajaan Kutai yang bercorak Hindu. Ia juga diketahui sebagai pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsakerta, yang artinya pembentuk keluarga. Aswawarman memiliki 3 orang putera, dan salah satunya adalah Mulawarman.

Putra Aswawarman adalah Mulawarman. Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami masa keemasan. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutai hidup sejahtera dan makmur.

Kerajaan Kutai seakan-akan tak tampak lagi oleh dunia luar karena kurangnya komunikasi dengan pihak asing, hingga sangat sedikit yang mendengar namanya.

Berakhir

Kerajaan Kutai berakhir saat Raja Kutai yang bernama Maharaja Dharma Setia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute). Kutai Kartanegara inilah, di tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.

Nama-Nama Raja Kutai

1. Maharaja Kundungga, gelar anumerta Dewawarman
2. Maharaja Asmawarman (anak Kundungga)
3. Maharaja Mulawarman
4. Maharaja Marawijaya Warman
5. Maharaja Gajayana Warman
6. Maharaja Tungga Warman
7. Maharaja Jayanaga Warman
8. Maharaja Nalasinga Warman
9. Maharaja Nala Parana Tungga
10. Maharaja Gadingga Warman Dewa
11. Maharaja Indra Warman Dewa
12. Maharaja Sangga Warman Dewa
13. Maharaja Candrawarman
14. Maharaja Sri Langka Dewa
15. Maharaja Guna Parana Dewa
16. Maharaja Wijaya Warman
17. Maharaja Sri Aji Dewa
18. Maharaja Mulia Putera
19. Maharaja Nala Pandita
20. Maharaja Indra Paruta Dewa
21. Maharaja Dharma Setia

Lain-lain

Nama Maharaja Kundungga oleh para ahli sejarah ditafsirkan sebagai nama asli orang Indonesia yang belum terpengaruh dengan nama budaya India.Sementara putranya yang bernama Asmawarman diduga telah terpengaruh budaya Hindu.Hal ini di dasarkan pada kenyataan bahwa kata Warman berasal dari bahasa Sangsekerta.Kata itu biasanya digunakan untuk ahkiran nama-nama masyarakat atau penduduk India bagian Selatan.